Ini Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Waralaba Yang Perlu Anda Ketahui

Thursday, February 16th 2017. | Bisnis

Kelebihan dan kekurangan bisnis waralaba

Sebagian besar orang yang ingin punya bisnis mungkin berpikir untuk memulai usaha waralaba ketimbang membangun bisnis dengan brand sendiri. Alasannya beragam, tapi kebanyakan dari mereka menganggap bisnis waralaba lebih mudah dijalankan karena sudah punya sistem yang jelas dan brand bisnisnya sudah cukup terkenal.

Sebelum Anda memutuskan untuk memilih bisnis franchise sebagai usaha masa depan, apakah Anda sudah mengetahui apa kelebihan dan kekurangan bisnis waralaba/ franchise? Dikutip dari TheCompanywarehouse.co.uk, berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari usaha franchise yang harus Anda ketahui.

A. Kelebihan Bisnis Waralaba

Setiap model bisnis pasti memiliki kelebihan dan keuntungan tersendiri dibanding bisnis lainnya. Dan bisnis waralaba juga demikian, berikut ini keuntungan atau kelebihan bisnis franchise:

1. Manajemen Bisnis Sudah Ada

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, usaha waralaba memiliki kelebihan ketimbang harus memulai bisnis sendiri dari nol. Usaha waralaba yang sudah punya reputasi biasanya memiliki sistem dan manajemen bisnis yang sudah baku dan terbukti efektif.

Ide bisnis, nama brand, dan manajemen bisnis tersebut sudah diuji dan layak untuk diimplementasikan di lokasi lain. Manajemen usaha yang sudah baik tentunya akan sangat memudahkan kita dalam menjalankan sebuah usaha sehingga kita bisa fokus pada peningkatan bisnis.

2. Brand Sudah Dikenal Masyarakat

Tentunya tidak semua brand waralaba dikenal masyarakat dengan baik. Karena itu sebaiknya pilih waralaba yang sudah cukup dikenal masyarakat dan punya produk yang potensial untuk jangka panjang.

Proses pemasaran usaha franchise akan lebih muda jika sebuah brand waralaba sudah dikenal oleh masyarakat. Ini akan membuat kita bisa meningkatkan performa bisnis tanpa harus mengeluarkan banyak biaya dan tenaga karena bisnis tersebut sudah punya reputasi dan dipercaya.

3. Manajemen Keuangan Lebih Mudah

Kebanyakan investor di bisnis waralaba memilih untuk berinvestasi pada usaha waralaba yang sudah kuat dari sisi finansial dan jaringan pemasarannya. Dengan adanya sistem keuangan yang sudah baik yang diterapkan oleh sebuah bisnis waralaba, tentunya Anda sebagai pembeli waralaba tidak perlu lagi repot memikirkan tentang manajemen keuangan seperti yang sering dialami oleh bisnis yang baru dibangun.

4. Kerjasama Usaha Telah Dibangun

Anda sebagai pembeli bisnis waralaba bisa mendapatkan keuntungan dari kerjasama yang sudah dibangun sebelumnya oleh si pemilik franchise. Salah satu contoh kerjasama tersebut adalah di bisnis franchise makanan atau minuman. Dalam hal pasokan bahan baku tentunya pemilik franchise sudah memiliki partner, begitu juga dalam hal pemasaran bisnis.

5. Dukungan Yang Lebih Kuat

Biasanya si pemilik franchise memberikan dukungan kepada para mitranya, seperti memberikan pelatihan SOP, manajemen keuangan, pelatihan pemasaran, dan layanan konsultasi gratis. Semua dukungan tersebut biasanya sudah termasuk di dalam paket pembelian usaha waralaba.

6. Profit Yang Lebih Menjanjikan?

Biasanya memang pemilik waralaba memberlakukan franchise fee kepada mitra mereka. Besarnya beragam. Ini artinya keuntungan yang didapatkan oleh si pembeli waralaba akan dipotong sebesar persentase franchise fee yang diambil oleh si pemilik waralaba.

Namun, ada beberapa brand waralaba yang tidak memberlakukan franchise fee kepada mitra mereka. Keuntungan yang didapatkan oleh si pemilik waralaba adalah dari pembelian bahan baku produk yang hanya bisa didapatkan dari si pemilik waralaba.

B. Kekurangan Bisnis Franchise

Tidak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan bisnis waralaba. Ada beberapa kekurangan yang bisa kita temukan di usaha waralaba, diantaranya adalah:

1. Kurangnya Kendali Terhadap Bisnis

Bila Anda membeli sebuah bisnis waralaba, belum tentu Anda bisa mengendalikan bisnis tersebut dengan sepenuhnya. Mengapa demikian? Karena si pemilik waralaba sudah menentukan sistem bisnis mereka sejak awal.

Hal ini seringkali mengekang ruang gerak si pembeli waralaba. Akibatnya, ide dan kreatifitas Anda sebagai pembeli waralaba kemungkinan besar tidak dapat diaplikasikan pada bisnis waralaba yang Anda beli karena sejak awal sudah ada perjanjian dengan si pemilik waralaba.

2. Terikat Dengan Supplier

Kekurangan usaha waralaba berikutnya adalah keterikatan Anda pada supplier sehingga tidak bisa memakai supplier lain. Seringkali kita ingin mencari supplier bahan baku dari tempat lain yang lebih murah, ini kemungkinan besar akan sulit dilakukan atau bahkan tidak mungkin.

Usaha waralaba biasanya sudah menetapkan pihak pemasok bahan baku yang bekerjasama dengannya. Poin ini sering masuk dalam perjanjian kerjasama, sehingga ketika kita tidak diperkenankan menggunakan supplier lain selain yang sudah ditentukan.

3. Reputasi Waralaba Sangat Berpengaruh

Mitra waralaba yang telah bergabung sebelumnya bisa mempengaruhi usaha waralaba itu sendiri secara keseluruhan. Bila salah satu mitra waralaba melakukan kesalahan fatal, maka kemungkinan keselurahan brand waralaba tersebut akan ikut tercemar.

4. Adanya Biaya Royalti

Selain biaya membeli brand sebuah waralaba, biaya lainnya yang sering dikenakan kepada si pembeli waralaba adalah biaya royalti dari keuntungan yang didapatkan.

Di atas tadi adalah beberapa kelebihan dan kekurangan bisnis waralaba yang harus Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli waralaba. Semoga artikel ini bermanfaat.